Secara umum komunikasi dapat diartikan sebagai proses meneruskan informasi atau pesan dari satu pihak ke pihak yang lain dengan menggunakan media kata, tulisan ataupun tanda peraga. Komunikasi dapat terjadi satu arah dan dua arah, dimana ada peran pemberi pesan dan penerima pesan.
A. Komunikasi Asertif
Dalam proses berkomunikasi dengan orang lain, tidak selalu apa yang kita harapkan akan berjalan dengan lancar. Ada saja hambatan yang datang dan seringkali hasil komunikasi tersebut tidak dapat memuaskan semua orang. Hal ini dapat terjadi karena sikap berkomunikasi yang berbeda satu sama lain, dan tidak semua orang dapat secara mudah mengungkapkan apa yang ada di benaknya dengan tepat. Kita perlu memahami tipe umum manusia berkomunikasi agar kita dapat memberikan respon yang tepat.
Untuk lebih memahami, simaklah video singkat berikut ini kemudian jawablah pertanyaan reflektif yang disajikan:
Question #1
Apakah gaya komunikasi Anda? Mengapa Anda berpikir demikian?
Terkadang Pasif (Submisif) dan Asertif. Sebagai guru saya cenderung mendengarkan orang lain dan menerima apa yang dikatakan oleh orang lain. Dalam memberikan tanggapan dan masukan saya cenderung apa adanya sesuai dengan kondisi saat itu.
Question #2
Langkah-langkah yang perlu dipelajari untuk menjadi komunikator yang asertif.
Mengenali, memahami situasi dan gaya komunikasi lawan saat berkomunikasi
Menyampaikan informasi sesuai dengan fakta dan kondisi saat itu.
Menyampaikan refleksi atau pendapat kita dengan gaya bahasa halus dan santun supaya tidak menyinggung orang lain
Menggunakan gaya tubuh yang tegak dan rileks dalam berkomunikasi dengan orang lain dan memperlihatkan rasa percaya diri.
Menghormati, menghargai , mendengarkan pendapat orang lain ketika melakukan komunikasi.
Question #3
Apakah yang menjadi tantangan Anda dan apa yang perlu diusahakan dari diri Anda agar dapat melakukan komunikasi asertif?
Bagaimana cara mengelola dan mengontrol emosi saya saat melakukan komunikasi dengan orang yang agresif
Mengalahkan rasa percaya diri saat menyampaikan informasi yang saya hadapi pada situasi yang menghasilkan konflik lebih besar
Berkomunikasi secara asertif akan membangun kualitas hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih positif karena ada pencapaian bersama dan kesepakatan dalam pemahaman dari kedua belah pihak. Kualitas hubungan yang diharapkan dibangun atas rasa hormat pada pemikiran dan perasaan orang lain.
Ketika melakukan kegiatan coaching, sebagai seorang coach kita biasanya menghendaki adanya hasil yang dicapai, namun ada kalanya coachee kita (murid) merasa tidak suka atau merasa ragu serta tertekan dengan komunikasi yang hendak dibangun. Karenanya, sebuah pemahaman komunikasi asertif perlu dibangun agar timbul rasa percaya dan aman. Ketika rasa aman itu hadir dalam sebuah hubungan coach and coachee, maka coachee akan lebih terbuka dan menerima ajakan kita untuk berkomunikasi. Keselarasan pada tujuan mulai terbangun.
Dalam usaha membangun keselarasan berkomunikasi, coach juga perlu belajar menyamakan posisi diri pada saat coaching berlangsung. Beberapa tips singkat yang dapat seorang coach lakukan:
1. Menyamakan kata kunci
Memperhatikan kata kunci dalam pembicaraan memberikan kesan penerimaan hubungan coach dan coachee. Disini awal keberhasilan coaching sebab coach dan coachee mampu menyesuaikan diri dan membangun relasi.
Kata-kata kunci biasanya merupakan kata-kata yang diulang-ulang atau ditekankan oleh coachee dan ini biasanya terkait dengan nilai kehidupan. Coach dapat menggunakan kata-kata kunci ini untuk membimbing coachee untuk mencapai tujuannya.
Sebagai contoh, jika murid menggunakan bahasa dan istilah kekinian dalam bercerita, kita dapat juga menggunakan istilah yang dipakai ketika kita bertanya untuk mengklarifikasi pernyataannya.
Percakapan 1
Murid : “Bu, aku tuh kalau uda masuk kelas Pak Mato, pikiran tuh langsung ambyar..byar byar Bu.”
Guru : “Oh demikian? Bisa kamu ceritakan ambyar yang bagaimana sehingga kamu sulit konsentrasi belajar di kelas?”
Percakapan 2
Murid : “Pak, Timun selalu gitu deh. Lebay banget kalau uda ngomong. Saya makin lama uda gak nyaman mau main sama dia.”
Guru : “Seberapa kecewanya kamu dengan lebaynya teman yang kamu ceritakan barusan?
2. Menyamakan bahasa tubuh
Bahasa tubuh memainkan peran penting dalam komunikasi sebab hal ini dalam menentukan bagaimana rekan bicara kita akan menanggapi dan berhubungan selanjutnya dengan kita. Bahasa tubuh disini meliputi mimik wajah, suara, postur tubuh, ataupun gerakan tubuh lainnya.
Coach dapat memberikan tanda setuju secara tidak langsung pada apa yang disampaikan coachee dengan senyum atau dengan anggukan. Jika coachee kita sedang bersandar ke lengan kursi misalnya, coach juga dapat mengikuti gerakannya. Ketika coachee sedang bersemangat bercerita dan mencondongkan tubuhnya ke depan, kita juga usahakan mengikutinya. Kegiatan penyamaan ini perlu dilakukan dengan halus dan tidak kentara agar coachee tidak merasa ditiru.
3. Menyelaraskan emosi
Setelah kata dan bahasa tubuh yang kita selaraskan, emosi pun perlu kita usahakan untuk diselaraskan, terutama ketika coachee mengucapkan hal-hal yang emosional. Hal ini akan membuat coachee merasa coach-nya ada pada pihaknya dan mengerti perasaannya.
Contoh:
Murid : “Saya sudah gak bisa kerja sama Toni lagi Bu. Dia tidak pernah menerima ide yang saya berikan.”
Guru : “Ya, Ibu dapat memahami perasaan kamu. Tidak semua orang dapat dengan mudah menerima pendapat orang lain.”
Komunikasi asertif membangun relasi. Relasi baik dan positif yang terbentuk akan menjadi modal utama dalam process coaching.
Question #4
Setelah mempelajari bagian ini apa pemahaman Anda mengenai makna dari membangun sebuah komunikasi asertif dengan murid?
Dengan guru melaksanakan komunikasi asertif dengan murid, kita akan mengajarkan serta menanamkan karakter murid untuk saling menghargai, menghormati orang lain saat berkomunikasi. Selain itu akan melatih guru dan murid dalam meningkatkan keterampilan dalam mengambil keputusan. Dengan sikap asertif juga akan membuat orang lain melihat diri kita sebagai pribadi yang percaya diri dan ramah.
Question #5
Apa dampak yang bisa Anda rasakan?
Dampak yang dirasakan yaitu tetap tenang saat berbicara, kita selalu menghargai orang lain, berani menyampaikan perbedaan pendapat, kita bisa menjadi pendengar bagi orang lain.
B. Pendengar aktif
Bacalah kutipan berikut ini. Tuliskan pemahaman Anda
I know that you believe you understand what you think I said but I am not sure you realise that what you think you heard and it is not what I meant
~ Alan Greenspan
(Saya tahu bahwa anda percaya diri bahwa anda memahami apa yang anda pikir saya katakan, namun saya tidak yakin bahwa anda menyadari bahwa apa yang anda pikir sudah didengar, dan ini bukanlah yang saya maksudkan)
Question #6
Apa yang Anda tangkap dari kutipan ini? Ceritakan pemahaman Anda dengan bahasa Anda sendiri.
Seringkali dalam membangun hubungan komunikasi, kita hanya ingin menjadi seorang yang dominan. Lebih sering ingin didengar dan berbicara banyak hal tentang diri kita ketimbang mendengarkan lawan bicara kita dengan baik. Padahal salah satu kunci keberhasilan komunikasi terletak pada saat kita mendengarkan orang lain dengan baik.
Salah satu keterampilan utama dalam coaching adalah keterampilan mendengar. Seorang coach yang baik akan mendengar lebih banyak dan kurang berbicara. Dalam sesi coaching kita perlu fokus bahwa pusat komunikasi adalah pada diri coachee, yakni murid kita. Dalam hal ini, seorang coach harus dapat mengesampingkan agenda pribadi atau apa yang ada dipikirannya termasuk penilaian terhadap coachee.
Terdengar mudah ya untuk dilakukan? Kita hanya perlu untuk duduk berhadapan dengan mereka dan mendengar apa yang mereka sampaikan. Namun apakah sungguh semudah itu? Dapatkah kita dengan sungguh mendengar mereka dan tidak mendengarkan apa yang ada dipikiran kita sendiri? Mari kita belajar lebih lanjut tentang kata kerja “mendengar” melalui tautan video berikut ini.
Question#7
Setelah menonton video Mendengarkan aktif, apa yang Anda tangkap mengenai arti kata Mendengarkan (listening)?
Pada saat kita mendengarkan dengan lawan bicara kita harus menghormati dan fokus pada orang yang sedang bicara. Dalam melakukan komunikasi kita harus saling bertatap wajah dengan lawan bicara sebagai wujud saling menghargai. kita harus mendengarkan dengan iklas dengan niat untuk meakukan komunikasi dengan lawan bicara kita.
Mendengarkan berarti kita harus menurunkan ego, menahan diri dari memberikan komentar atas apa yang dibicarakan oleh lawan bicara. Mendengarkan berari kita tidak menyela pembicaraan atau terburu-buru mengungkapkan pendapat sebelum diminta. Mendengarkan berarti kita mendengar dengan sepenuh hati dan niat ikhlas membantu lawan bicara untuk mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya.
Question #8
Apa hambatan dari diri yang dapat membuat Anda tidak mendengarkan secara aktif?
Informasi atau pesan yang kita dengar selalu diulang-ulang dan rumit kita pahami
Tidak fokus dengan lawan bicara dan banyak bicara
Lingkungan tidak mendukung / ramai
Question #9
Apa yang akan Anda lakukan untuk menghilangkan hambatan ini?
Lebih fokus dan memperhatikan lawan bicara secara seksama
mengkondisikan atau meminta lingkungan sekitar untuk diam dan menghargai orang yang sedang berbicara
tidak menganggap remeh lawan bica dan berusaha menghargai apa yang disampaikan lawan saat bicara
Ketika kita mendengarkan lawan bicara kita, hal-hal yang kita dengar dari mereka antara lain:
Pesan yang disampaikan, baik yang terungkap langsung ataupun yang tersirat
Emosi dan perasaannya
Pikirannya
Bahasa tubuh dan mimik wajah
Nila-nilai yang menghidupi diri mereka
Usaha dan hasil yang dicapai
Materi lainnya yang disampaikan
Tantangan kita ketika mendengarkan ada pada kemampuan kita menangkap pesan yang disampaikan lewat ragam gaya komunikasi mereka. Karenanya, kita juga perlu mengerti beberapa teknik mendengarkan aktif, sehingga kita mampu menangkap pesan-pesan yang disampaikan.
5 Teknik mendengarkan aktif
1. Memberikan perhatian penuh pada lawan bicara kita dalam menyampaikan pesan.
Pesan yang disampaikan bisa terkomunikasikan secara verbal maupun non-verbal. Karenanya, sebagai coach kita perlu fokus dan komitmen diri pada awal sesi untuk hadir sepenuhnya selama coaching berlangsung.
2. Tunjukkan bahwa kita mendengarkan.
Bahasa tubuh dan respon kita dapat secara efektif menyampaikan pesan kepada lawan bicara kita bahwa kita memperhatikan setiap pesan yang disampaikan.
Contoh bahasa tubuh dan respon kecil yang menunjukkan bahwa seseorang mendengarkan secara aktif:
Respon singkat – ‘oh’ , ‘iya’, ‘hm…”
Anggukan kecil – tanda mengerti apa yang disampaikan
Raut wajah positif – senyum
Kontak mata – jaga kontak mata
Postur tubuh – condong ke arah rekan bicara kita dan hindari melipat tangan di depan dada
Gerakan tubuh – hindari menggoyangkan jari atau kaki
3. Menanggapi perasaan dengan tepat
Nada positif dan berikan afirmasi kepada apa yang disampaikan oleh rekan bicara kita. Fokus kepada masalah atau topik yang disampaikan.
Contoh: “Saya merasakan apa yang kamu alami saat ini.”, “Sepertinya kamu telah menangani masalahmu dengan cukup baik.”, “Saya kagum dengan usahamu.”
4. Parafrase
Ini digunakan ketika kita hendak menegaskan kembali makna pesan yang disampaikan dengan menggunakan kalimat kita sendiri.
Contoh:
Murid: “Saya kecewa orang tua saya tidak pernah mau mengurusi sekolah saya.”
Anda: “Jadi kamu merasa kecewa sama Bapak Ibumu karena mereka tidak acuh dan tidak mengurusi sekolah mu ya?”
5. Bertanya
Pendengar aktif akan mengajukan pertanyaan untuk mendorong lawan bicaranya menguraikan lebih lagi keyakinan atau perasaannya. Pada saat inilah diperlukan keterampilan bertanya sehingga mampu menggali lebih dalam potensi yang dimiliki oleh rekan bicara kita. Bagian ini akan kita bahas pada aspek komunikasi yang memberdayakan berikutnya.
C. Bertanya Efektif
Apa sulitnya ya bertanya? Tiap hari kita mengajukan pertanyaan, baik kepada orang lain di sekeliling kita dan kepada diri kita sendiri. Coba kita pikirkan bersama, mengapa keterampilan bertanya perlu untuk dipelajari?
Dalam melaksanakan coaching ketrampilan kunci yang diperlukan adalah mengajukan pertanyaan dengan tujuan tertentu. Pertanyaan yang diajukan seorang coach diharapkan menggugah orang yang coach tidak sekedar berupa respon pendek atau respon ya dan tidak. Pertanyaan seorang coach diharapkan ‘ dapat menstimulasi pemikiran coachee, memunculkan hal-hal yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya, mengungkapkan emosi atau nilai dalam diri dan yang dapat mendorong coachee untuk membuat sebuah aksi bagi pengembangan potensi diri.
Mari kita simak video pada tautan berikut,
Question #11
Selanjutnya, buatlah 2 contoh Pertanyaan terbuka
Apa pendapatmu tentang bullying dikalangan para siswa dan remaja?
Gambarkan pola lantai zig zag segitiga dengan bentuk yang berbeda
Question #11
Buatlah 2 contoh Pertanyaan yang berfokus pada tujuan
Apa yang ingin anda wujudkan dalam satu bulan kedepan?
Kapan, dimana dan dengan siapa kegiatan akan kamu wujudkan?
Question #12
Buatlah 2 contoh Pertanyaan refleksi
Hal menyenangkan apa yang anda peroleh dari kegiatan pembelajaran yang kita lakukan hari ini
Apa tantangan yang kalian hadapi dalam kegiatan pembelajaran hari ini?
Question #13
Buatlah 2 contoh Pertanyaan eksplorasi
Untuk membuat sebuah konfigurasi jaringan, khususnya bagi para pemula, sebaiknya perlu mengetahui salah satu jenis device yang umum digunakan dalam mendesain sebuah jaringan yaitu kabel penghubung. Sebutkan dan terangkan fungsi kabel penghubung jaringan yang anda ketahui?
Irwan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah dalam merakit personal computer. Ada sebuah komponen computer yang sulit dipasang dalam mainboard. Langkah apa yang dilakukan Irwan dalam mengatasi masalah tersebut selain bertanya kepada guru dan temannya?
Question #14
Buatlah 2 contoh Pertanyaan mengukur pemahaman
Mengapa kita pengguna sepeda motor harus selalu melakukan servis berkala?
Terangkan apa yang anda ketahui tentang proses redudansi?
Question #15
Buatlah 2 contoh Pertanyaan Aksi
Saat berangkat sekolah anda melihat anak kecil sedang menangis mencari ibunya dipinggir jalan. Apa yang akan anda lakukan untuk menolong anak tersebut ?
Sekolah kan mengadakan kegiatan pengambilan palet bantara dan latihan dasar kepemimpinan dan menunjuk anda sebagai ketua untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Usaha apa yang akan anda lakukan supaya kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan suksus?
Untuk mengawali proses memahami konsep coaching ini, mari kita simak ilustrasi berikut:
Pak Amir adalah seorang pengemudi kendaraan di Kota Tangerang. Saat ini, ia mengantarkan Pak Handoko ke tempat tujuannya. Ternyata jalanan macet dan Pak Handoko tampak panik mengingat acaranya yang akan segera dimulai. Pak Amir mengajak Pak Handoko berdiskusi dan berdialog untuk menentukan alternatif jalan yang pernah ditempuh sebelumnya. Pak Amir bertanya mengenai pengalaman yang dimiliki Pak Handoko terhadap pilihan2 jalan alternatif tersebut. Kemudian Pak Amir membantu Pak Handoko untuk melakukan analisis dari setiap jalan alternatif yang memungkinkan diambil agar bisa lebih cepat sampai ke tujuan. Dengan berbagai pertimbangan, Pak Handoko akhirnya memutuskan untuk memilih satu jalan yang ia yakini lebih cepat dan lancar. Ternyata keputusan yang diambil Pak Handoko tepat. Jalanan lancar, dan Pak Handoko sampai di tempat tujuan tepat waktu.
Ilustrasi tersebut memperlihatkan bahwa untuk sampai ke tujuan dibutuhkan tindakan (action), dan terjadi perubahan (change) tempat. Ketika dikaitkan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari, jika Pak Amir adalah seorang coach dan Pak Handoko adalah coachee, maka Pak Amir menolong dengan cara-cara tertentu, supaya Pak Handoko sampai ke sasaran yang dia inginkan. Dalam konteks ini, coaching adalah salah satu alat untuk menolong Pak Handoko. Pak Amir yang memerankan diri sebagai coach tidak serta merta mengajukan satu solusi yang harus diikuti coachee, melainkan menawarkan beberapa alternatif dan kemudian pak Handoko memutuskan sendiri sesuai dengan kondisinya. Selanjutnya, Pak Handoko lah yang membuat keputusan dengan cara yang diyakini dapat mencapai tujuannya.
Berangkat dari ilustrasi di atas, mari kita simak beberapa pengertian mengenai coaching. Para ahli mendefinisikan coaching sebagai:
sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999)
kunci pembuka potensi seseorang untuk untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya (Whitmore, 2003)
Dari beberapa pengertian yang telah disebutkan diatas pasti Anda dapat melihat ada elemen-elemen penting yang menjadikan sebuah proses itu disebut sebagai coaching. Untuk itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Question #1
Tuliskan prinsip-prinsip coaching yang dapat Anda ambil dari beberapa pengertian coaching yang telah disajikan!
Dalam melakukan Coaching, seorang coach harus mengetahui, memahami dulu permasalahan dari coachee dengan melakukan komunikasi dan mau mendengarkan permasalahan yang dihadapi coachee.
Choach mengidentifikasi, menganalisa, mengenali masalah yang diberikan coachee dan selanjutnya mencari solusi bersama dengan cara kolaborasi dalam mengambil keputusan terbaik dalam dalam mencapai tujuan tertentu
Question #2
Sebagai guru, pernahkah Anda menerapkan prinsip-prinsip coaching tersebut di sekolah Anda? Jika jawaban Anda "ya", berilah contoh dan penjelasannya!
Ya, saat saya mendampingi anak yang jarang mengikuti pembelajaran daring maupun tatap muka. Berdasarkan prinsip cgoacing saya melakukan pendampingan dengan cara melakukan pendampingan serta memanggil siswa tersebut. Dalam pelaksanaanya saya memberikan beberapa pertanyaan kepada murid tersebut kenapa tidak pernah mengikuti pembelajaran daring maupun tatap muka. Saya menjadi pendengar dari murid tersebut bercerita permasalahhan yang dihadapi selama tidak mengikuti pembelajaran dari permasalahan pribadi dengan orang tua, hp rusak, tidak ada sinyal dan lain sebagainya. Setelah saya mengetahui permasalahan yang dihadapi murid saya memberikan motivasi, masukan kepada murid supaya lebih semangat, aktif dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu saya sebagai coach juga melakukan kolaborasi antara wali murid dan wali kelas untuk lebih dekat, lebih peduli terhadap murid tersebut supaya murid tersebut nyaman, merasa diperhatikan oleh sekelilingnya
Selain definisi-definisi yang diungkapkan oleh para ahli yang telah disebutkan di atas, International Coach Federation (ICF) mendefinisikan coaching sebagai:
“…bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya melalui proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.”
Dari definisi ini, Pramudianto (2020) menyampaikan tiga makna yaitu:
Kemitraan. Hubungan coach dan coachee adalah hubungan kemitraan yang setara. Untuk membantu coachee mencapai tujuannya, seorang coach mendukung secara maksimal tanpa memperlihatkan otoritas yang lebih tinggi dari coachee.
Memberdayakan. Proses inilah yang membedakan coaching dengan proses lainnya. Dalam hal ini, dengan sesi coaching yang ditekankan pada bertanya reflektif dan mendalam, seorang coach dapat menggali, memetakan situasinya sehingga menghasilkan pemikiran atau ide-ide baru.
Optimalisasi. Selain menemukan jawaban sendiri, seorang coach akan berupaya memastikan jawaban yang didapat oleh coachee diterapkan dalam aksi nyata sehingga potensi coachee berkembang.
Menyelami makna-makna yang terkandung dalam definisi coaching membawa kita pada pertanyaan, “Apakah dengan demikian coaching ini bisa diterapkan di dunia pendidikan sehingga bisa mengoptimalkan sumber daya yang ada, baik guru maupun murid?” Apakah guru dapat berperan sebagai coach? Mari kita sama-sama membahas bagaimana coaching ini diterapkan dalam konteks sekolah dan bagaimanakah peran guru guru dalam menerapkan keterampilan coaching sebagai coach.
B. Coaching dalam Konteks Sekolah
Tentunya, sebagai guru, Anda sudah memiliki keterampilan-keterampilan berkomunikasi yang menjadi dasar dari keterampilan coaching. Mari kita lakukan refleksi mengenai hal tersebut dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Question #3
Keterampilan berkomunikasi yang bagaimanakah yang sudah Anda kuasai?
keterampilan membangun dasar proses coaching
keterampilan membangun hubungan baik
keterampilan berkomunikasi
Question #4
Keterampilan manakah yang perlu Anda asah agar dapat menjalankan coaching dengan baik?
Dari ke empat kompetensi baik keterampilan membangun dasar proses coaching, keterampilan membangun hubungan baik, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan memfasilitasi pembelajaran, dalam penguasaan kompetensi tersebut semua perlu saya pelajari Kembali dan saya tingkatkan lagi dalam melakukan coaching atau pendampingan terhadap murid. Karena selama ini yang saya lakukan hanya sebatas pendampingan, memberikan solusi berdasarkan naluri dan insting saja. maka dari tu saya perlu belajar terus, dan menggali ilmu terkait coaching ini.
Sampai disini, apakah konsep coaching sudah dapat dipahami?
Mari kita pertajam pemahaman tentang konsep coaching dengan menyimak video pada tautan ini dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai video tersebut.
Simaklah video animasi mengenai konsep coaching berikut dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
Question #5
Bagaimana cara burung hantu membantu sang kancil menyeberang sungai?
Burung mengajaknya komunikasi sang kancil dengan mengajukan pertanyaan reflektif yang membangkitkan kesadaran akan jati diri dan menggali potensi apa yang dimiliki sang kancil. Langkah awal dengan menanyakan permasalahan apa yang sedang terjadi pada sang kancil untuk menemukan kata kunci atau akar permasalahnya. Burung juga memberikan masukan sang kancil untuk menjadi diri sendiri melakukan usaha-usaha sesuai kemampuan dan potensinya serta mencoba untuk menyelesaikan masalah yang dihadapiyaitu menyebrangi sungai.
Question #6
Bagaimana cara burung hantu menanggapi pernyataan sang kancil tentang ketidak mampuannya?
Burung hantu meyakinkan dulu apakah benar sang kancil benar-benar ingin melewati sungai yang kecil itu. Setela itu burung hantu memberika pertanyaan yang dapat menggali potensi atau skill yang dimiliki sang kancil. Burung hantu membantu menemukan kata-kata kunci yang akan dijadikan pertanyaan lanjutan untuk menggali informasi dan menyadarkan sang kancil terhadap usahanya yang telah dilakukan dan apakah usahanya itu cocok dengan dirinya ataukah tidak.
Question #7
Pertanyaan-pertanyaan seperti apakah yang diajukan oleh burung hantu untuk membantu sang kancil?
Dengan mengajukan pertanyaan reflektif atau pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan kesadaran terhadap terhadap sang kancil. pertanyaan yang muncul dari mendengarkan curahan permasalahan sang kancil. pertanyaan terbuka yang membantu sang kancil untuk memperhatikan siapa diriya., dan pertanyaan yang menstimulus sang kancil untuk menemukan ide dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi yaitu bagaimana menyebrangi sungai kecil tersebut. berikut pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Burung Hantu kepada Serigala:
bagaimana aku bisa membantumu'
pertanyaan penguatan kamu pingin menyebrangi sungai yang kecil ini
usaha apa yang pernah kamu dilakukan
menggali terus usaha lain yang pernah dilakukan
dilanjutkan pertanyaan yang menyadarkan akan jati dirinya sebagai seekor kancil
pertanyaan yang menyadarkan akan potensi apa yang dimiliki sang kancil untuk menyebrangi sungai.
pertanyaan yang mendorong sang kancil dalam menyebrangi sungai dengan potensi atau cara yang sesuai dengan jati dirinya.
Question #8
Jika Anda menjadi sang kancil, apa yang Anda rasakan ketika dibantu dengan cara demikian?
Saya sangat senang dan berterimakasih telah dibantu dan apa yang menjadi kesulitan bisa diatasi. dari sini saya dapat belajar menggali kemampuan yang saya miliki dalam menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Question #9
Jika Anda adalah sang burung hantu dan kancil adalah murid Anda, apakah Anda cukup sabar? Mengapa?
Ya, saya akan belajar sabar dalam menghadapi permasalahan dari berbagai karakter murid. Mengikuti alur pikir murid untuk menggali segala potensi yang dimiliki murid sangat diperlukan oleh seorang guru. Jika satu murid menjadi sadar maka perubahan tidak memerlukan lagi paksaan tetapi perubahan dilakukan secara sadar sebagai buah dari proses kesabaran guru untuk menjadi coach.
Terima kasih telah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disajikan. Setelah menyimak video tersebut, mari kita mendalami ARTI sebagai paradigma pendampingan sistem among.
C. Coaching, Konseling, dan Mentoring
Sebagai guru, Anda diharapkan menjadi pemimpin pembelajaran. Sebagai pemimpin pembelajaran, Anda tentunya harus memainkan banyak peran. Terkadang, untuk menghadapi murid, Anda harus menjadi seorang konselor. Suatu saat Anda juga diharapkan menjadi mentor. Selain itu, terkadang Anda juga harus menjadi seorang coach.
Tentunya, sebagai guru, Anda selalu menjadi mentor bagi murid Anda dengan menyampaikan pengalaman yang Anda miliki. Anda juga melakukan konseling dengan murid Anda ketika mereka datang dengan permasalahan mereka. Nah, ketika Anda harus menghadapi murid dengan berbagai potensinya dan Anda berupaya untuk memaksimalkan potensi tersebut, Anda seyogyanya berperan sebagai seorang coach. Mengapa Anda harus berperan sebagai coach? Mari kita lihat ketiga metode pengembangan diri tersebut?
Untuk memahami perbedaan peran antara konselor, mentor, dan coach tersebut, mari kita simak video berikut ini, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan mengenai video tersebut.
Question #10
Apa yang seorang konselor lakukan untuk membantu seseorang yang bermasalah dalam mengemudi mobil?
Seorang konselor akan membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh seseorang yang bermasalah dalam mengemudi mobil.
Question #11
Apa yang seorang mentor lakukan untuk membantu seseorang yang bermasalah dalam mengemudi mobil?
Memberikan pendampingan dan mengarahkan dan memberikan solusi sesuai pengalaman kepada orang yang belajar mengemudi untuk menggali kemampuan yang dimiliki nya sehingga orang tersebut mampu mengemudi dengan baik
Question #12
Apa yang seorang coach lakukan untuk membantu seseorang yang bermasalah dalam mengemudi mobil?
Yang dilakukan seorang coach untuk membantu seseorang yang bermasalah dalam mengemudi mobil adalah memberikan dorongan kepada coachee atau ibu dalam video untuk menyelesaikan masalahnya sendiri
Pada kegiatan Eksplorasi Konsep, Anda akan melakukan kegiatan mandiri untuk mempelajari materi melalui kegiatan membaca dan menjawab pertanyaan, dan diskusi asinkron untuk menguatkan pemahaman Anda terkait materi yang dipelajari. Adapun materi yang akan dipelajari adalah:
Sebagai seorang guru tentunya Anda sering menjumpai banyak kasus atau tantangan yang terkait dengan potensi para murid. Kasus dan tantangan tersebut seringkali menjadi penghambat kemajuan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan seutuhnya di sekolah. Oleh karena itu, respon cepat dari Anda sebagai pendidik sangat diperlukan.
Mari kita mulai modul coaching ini dengan mengirimkan tanggapan dari kasus-kasus atau situasi yang mungkin terjadi di sekolah yang akan disampaikan pada forum diskusi ini. Tanggapan Anda tidak akan dinilai, melainkan digunakan sebagai pijakan para fasilitator untuk mengembangkan modul coaching ini agar sesuai dengan kebutuhan Anda.
Mulai Dari Diri
Mari kita mulai modul coaching ini dengan mengirimkan tanggapan dari kasus-kasus yang mungkin terjadi di sekolah yang akan disampaikan pada kegiatan ini. Tanggapan Anda tidak akan dinilai, melainkan digunakan sebagai pijakan para fasilitator untuk mengembangkan modul coaching ini agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut ini adalah dua kasus yang perlu Anda tanggapi:
Question #1
Lama Mengajar
12 Tahun
Question #2
Anda menemui seorang murid berprestasi yang mengeluhkan tentang susah konsentrasi dan penurunan motivasi belajar yang mengakibatkan ketidakpuasan orangtuanya. Apa yang menjadi respon Anda terhadap situasi yang disampaikan
Saya sebagai guru akan mencari dan mengindentifikasi permasalahan siswa dengan cara mendekatan, pendampingan dan komunikasi terhadap murid. Setelah tahu permasalahan saya sebagai guru memberikan solusi terbaik terhadap murid supaya gaya belajar murid meningkat, selain itu saya akan melakukan komunikasi terhadap orangtua sterkait permasalahan dan solusi yang dihadapi murid dan meminta bantuan orangtua untuk membantu mendampingi belajar murid dirumah.
Question #3
Seorang murid bertemu dengan Anda di taman sekolah dan menceritakan bahwa ia diminta oleh teman-temannya untuk menjadi ketua panitia acara pertandingan olahraga di SMP Penggerak. Terlihat murid tersebut ragu dan tidak berminat. Bagaimana Anda memberikan respon sebagai seorang guru yang mengetahui bahwa murid tersebut memiliki potensi sebagai seorang pemimpin?
Saya akan melakukan komunikasi terhadap murid tersebut memberikan motivasi, semangat, support bahwa murid tersebut mampu mengemban amanah yang diberian sebagai ketua pertandingan olahraga. Selain itu saya sebagai guru akan meminta murid tersebut untuk selalu melakukan kolaborasi dan komunikasi dengan semua panitia supaya amanah yang diemban tidak terlalu berat, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar.
Question #4
Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini
Harapan saya setela mempelajari modul ini saya memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi, kolaborasi dengan semua warga sekolah bahkan masyarakat sekitar, dapat merubah pola pikir yang jernih dalam mengadapi situasi apapun dilingkungan kita berada, dapat memberikan perubahan positif terhadap permasalahan murid dan warga sekolah.
Question #5
Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?
Murid dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan motivasi, pendampingan yang saya berikan, murid lebih percaya diri dan semangat dalam menjalankan tugas yang diembannya, murid-murid dapat mengikuti pembelajaran yang menyenangkan, nyaman dan tanpa terpaksa .
Question #6
Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?
Saya berharap dalam kegiatan ini kami sebagai CGP diberikan contoh praktik dalam melakukan Choaching yang sesuai dengan standar dan prosedur yang benar. Materi choacing diharapkan mampu dipahami dan mudah dipraktikkan disekolah dan di masyarakat. Manfaat yang diharapkan saya selaku CGP mampu melakukan perubahan dari berbagai lingkung, baik disekolah, masyarakat. selain itu saya mampu berbagi praktik dalam mengaplikasikan materi coacing baik kepada siswa, teman sejawat dan masyarakat sekitar.
Akhirnya Anda telah tiba di sesi pembelajaran terakhir dari Modul Pembelajaran Kompetensi Sosial dan Emosional. Aksi Nyata dalam modul ini mensyaratkan Anda mengintegrasikan pemahaman dari modul sebelum ini, yaitu Pembelajaran Diferensiasi.
Berikut adalah instruksi yang perlu Anda jalankan.
Siapkanlah sebuah RPP, baik RPP yang sudah pernah Anda buat sebelumnya pada kegiatan demonstrasi kontekstual atau yang Anda buat baru. Anda diharapkan dapat memasukkan unsur diferensiasi dan kompetensi sosial-emosional dalam RPP tersebut, kemudian praktikkan dalam kelas Anda. Anda juga diminta untuk mendokumentasikan praktik pembelajaran tersebut dalam bentuk video. Ketentuan lebih detailnya adalah sebagai berikut:
Terdapat unsur diferensiasi konten/proses/produk dalam RPP Anda.
Terdapat teknik/kegiatan untuk mendorong minimal 2 (dua) dari 5 (lima) kompetensi sosial-emosional, baik itu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi atau pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Pembelajaran berlangsung sebagaimana durasi jam pelajaran yang berlaku. Namun, video yang dikumpulkan berdurasi antara 15-20 menit dengan rincian 10-15 menit untuk unsur-unsur yang Anda anggap penting dalam pembelajaran dan 5 menit terakhir untuk refleksi.
Dalam refleksi 5 menit itu, sampaikanlah perasaan dan pembelajaran yang Anda dapatkan selama perencanaan dan pelaksanaan, serta rencana perbaikan untuk pembelajaran berikutnya di kelas Anda.
Unggahlah video tersebut ke Google Drive Anda dengan format penamaan sebagai berikut: PGP-Angkatan-Wilayah-Nama lengkap CGP-Aksi Nyata & Paket Modul. Contoh: PGP-1-Kabupaten Landak-Fredy Mardeni-Aksi Nyata Paket Modul 2. Jangan lupa untuk memastikan bahwa tautan google drive Anda sudah diset Shared/Dibagikan.
Kirimkan tautan video yang telah di unggah di Google Drive Anda sesuai petunjuk pengiriman hasil aksi nyata di bawah ini.
Setelah itu, unggahlah RPP dan tautan dari video tersebut pada forum yang telah disediakan agar Anda bisa melihat aksi nyata satu sama lain.
Portofolio Anda, yang berupa video, akan dinilai oleh fasilitator dengan menggunakan rubrik penilaian yang telah disediakan.
“Kreativitas adalah tentang membuat hubungan antara satu hal dengan hal lainnya. Ketika Anda bertanya pada orang-orang kreatif bagaimana mereka melakukan sesuatu, mereka merasa sedikit bersalah karena mereka tidak benar-benar melakukannya. Mereka hanya menemukan sesuatu yang kemudian menjadi jelas bagi mereka. Yang mereka lakukan adalah melihat hubungan antara berbagai pengalaman dan merumuskan hal baru.”
(Steve Jobs)
Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP menunjukkan keterkaitan antara materi pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dengan pembelajaran berdiferensiasi .
Sebelum Anda melakukan kegiatan mandiri ini, Anda diminta untuk mencermati dan merenungkan pertanyaan mengenai: Apakah hubungan pembelajaran sosial emosionnal dengan modul pembelajaran berdiferensiasi dalam memenuhi pembelajaran yang berpihak pada murid?
Selamat datang kembali Bapak/Ibu CGP dalam rangkaian sesi ke-7 Pembelajaran Sosial dan Emosional. Pada fase sebelumnya, Anda telah melakukan proses elaborasi untuk mengembangkan praktik pembelajaran sosial dan emosional yang lebih solid. Kali ini, Anda diajak untuk merumuskan koneksi antara pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dengan modul pembelajaran berdiferensiasi.
Tugas:
Membuat sintesis berbagai materi dalam bentuk sebuah peta konsep/ peta pikiran (mind map)/ spider web/ sebuah artikel ataupun infografis untuk menggambarkan kaitan antara materi dalam modul ini. Kaitkan modul pembelajaran berdiferensiasi yang sudah Anda pelajari sebelumnya. Gunakan sumber daya dan referensi sebanyak mungkin untuk berkreasi.
Selamat datang dalam kegiatan Demonstrasi Kontekstual!
Bapak/Ibu CGP, Ini adalah saatnya bagi Anda untuk menerapkan pembelajaran kompetensi sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh yang sudah Anda pelajari, ke dalam perancangan mata pelajaran yang Anda ampu.
Tugas:
menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dalam mata pelajaran yang diampu.
Langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:
Pilihlah satu RPP mata pelajaran yang sudah Anda susun sebelumnya di sekolah
Tentukan kompetensi sosial - emosional (KSE) berbasis kesadaran penuh yang akan Anda integrasikan dalam RPP tersebut
Tentukan teknik atau bentuk kegiatan yang menurut Anda dapat mengembangkan kompetensi sosial-emosional yang Anda pilih pada no 2. dan sesuai dengan tujuan pembelajaran mata pelajaran yang Anda ampu. Anda dapat menggunakan contoh pembelajaran sosial emosional yang sudah Anda susun dalam ruang kolaborasi atau ide pembelajaran sosial emosional lainnya.
Tuliskan : Kompetensi Sosial dan Emosional, apa yang akan dilakukan oleh guru, apa yang dikatakan guru, dan lampirkan lembar refleksi diri, lembar observasi, atau daftar periksa dalam RPP tersebut.