Sharing Bareng Kang Sulis merupakan sebuah blogger yang berisikan tema Pendidikan.. Apabila ada kesamaan isi blog dengan blog lain dan ketidaksesuaian upload file kami mohon maaf.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Eko Sulistiyanto

Foto ini diambil pada saat Lokakarya Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Boyolali

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 April 2022

3.1.a.3. Mulai dari Diri

Dalam sebuah wawancara, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi kita, Bapak Nadiem Makarim menyatakan bahwa: 

Beban dan amanah kepemimpinan adalah mengimbangi semua prioritas yang terpenting. Tugas saya dalam pendidikan adalah melakukan yang terbaik.  Apa yang diinginkan kadang-kadang belum tentu  itu yang terbaik. Dan untuk membuat perubahan, apalagi perubahan yang transformational, pasti ada kritik.  Sebelum mengambil keputusan, tanyakan, apakah yang kita lakukan berdampak pada peningkatan pembelajaran murid? (Nadiem Makarim, 2020)

  1. Berilah komentar pada pekerjaan CGP lain di kolom komen pada LMS. 
  2. Setiap CGP minimal mengomentari pekerjaan 2 CGP lain.

Pertanyaan Pemantik - Survei Pengetahuan Awal
Menurut Bapak dan Ibu, apa pesan dari kutipan tersebut di atas?
Jawab : 
Kita sebagai guru dalam mengambil keputusan harus tepat sasaran sesuai dengan tujuan demi peningkatan pembelajaran murid. Dalam mengambil keputusan kita tidak boleh gegabah, grusa-grusu, keputusan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya dan harus kita uji kebenarannya.

Pertanyaan Pemantik - Survei Pengetahuan Awal
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,
Sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid, Anda pasti sering dihadapkan dalam situasi di mana Anda diharuskan mengambil suatu keputusan. Namun, seberapa sering keputusan tersebut melibatkan kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain?
Bagaimana pengalaman Anda dalam menghadapi situasi seperti ini? Pemikiran-pemikiran seperti apa yang melandasi pengambilan keputusan Anda? Kemudian, setelah mengambil keputusan tersebut, pernahkah Anda menjadi ragu-ragu dan menanyakan diri Anda sendiri apakah keputusan yang diambil telah tepat, ada perasaan tidak nyaman dalam diri Anda, atau timbul pemikiran mengganjal dalam diri Anda seperti, ‘Apakah ini sesuai peraturan?’ atau ‘Bagaimana panutan saya akan berlaku dalam hal seperti ini?’
Jawab:
Saya pernah dihadapkan dengan situasi masalah yang sangat memberatkan bagi saya. Untuk memecahkan masalah tersebut saya melakukan konsultasi kepada keluarga dan teman dekat. Saya mendapatkan pencerahan dan saya langsung memutuskan dan mengambil keputusan yang merasa saya anggap benar. Namun sambil berjalannya waktu saya ragu dengan keputusan yang saya ambil itu, karena ada masukan atau berita yang belum tentu kebenarannya. Tapi keputusan yang sudah sambil juga sudah tidak dapat diubah lagi bagaimanapun keadaannya, bagaimanapun saya harus menerima konsekuensi apapun yang sudah menjadi keputusan itu.

Survei Pengetahuan Awal
TUGAS ANDA!
Bacalah studi kasus pengambilan keputusan yang telah disediakan di tautan: 

Di sini tidak ada jawaban benar atau salah. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meninjau pengetahuan dan pengalaman awal Anda dalam memahami topik pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. 

Bagilah pengalaman di sekolah asal Anda, bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran mengambil suatu keputusan atau bagaimana Anda melihat pimpinan di sekolah Anda mengambil suatu keputusan? Di sini pemimpin pembelajaran bisa seorang guru yang harus mengambil keputusan-keputusan setiap harinya di dalam kelas, atau  seorang murid yang dihadapkan pada berbagai pilihan dalam proses pembelajarannya ataupun pimpinan di sekolah asal Anda yang seringkali perlu mengambil keputusan sulit dalam tugas sehari-harinya.
Ajukan pertanyaan-pertanyaan atau harapan-harapan Anda mengenai materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, baik untuk diri Anda maupun kelak untuk murid-murid dan lingkungan Anda.
Setelah membayangkan diri Anda mengambil keputusan yang telah ditentukan, apakah Anda pernah bertanya kembali kepada diri sendiri, apakah keputusan yang diambil telah tepat, atau sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, apakah Anda pernah memiliki rasa tidak nyaman atas keputusan-keputusan yang telah dibuat?
Setelah tuntas membaca dan menjawab pertanyaan pada tautan di atas, kumpulkan tugas sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan di LMS.

Survei Pengetahuan Awal
Silakan cermati studi kasus pengambilan keputusan yang telah disediakan kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaannya. 

Di sini tidak ada jawaban benar atau salah. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meninjau pengetahuan dan pengalaman awal Anda dalam memahami topik pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. 
Bagilah pengalaman di sekolah asal Anda, bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran mengambil suatu keputusan atau bagaimana Anda melihat pimpinan di sekolah Anda mengambil suatu keputusan? Di sini pemimpin pembelajaran bisa seorang guru yang harus mengambil keputusan-keputusan setiap harinya di dalam kelas, atau  seorang murid yang dihadapkan pada berbagai pilihan dalam proses pembelajarannya ataupun pimpinan di sekolah asal Anda yang seringkali perlu mengambil keputusan sulit dalam tugas sehari-harinya.
Ajukan pertanyaan-pertanyaan atau harapan-harapan Anda mengenai materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, baik untuk diri Anda maupun kelak untuk murid-murid dan lingkungan Anda.
Setelah membayangkan diri Anda mengambil keputusan yang telah ditentukan, apakah Anda pernah bertanya kembali kepada diri sendiri, apakah keputusan yang diambil telah tepat, atau sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, apakah Anda pernah memiliki rasa tidak nyaman atas keputusan-keputusan yang telah dibuat?

Question #1
Studi Kasus: Anda adalah Kepala Sekolah yang baru diangkat di SMP X. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum mengatakan bahwa sekolah memerlukan buku-buku pelajaran baru yang perlu didistribusikan dengan segera kepada murid-murid. Hari itu, Anda diberitahu bahwa penerbit Y akan hadir untuk presentasi buku-buku pelajaran untuk tahun ajaran baru. Wakasek Kurikulum Anda mengatakan bahwa ini adalah kegiatan rutin sekolah untuk menyeleksi buku-buku pelajaran murid kelas 1-6 menjelang tahun ajaran baru dimulai, dan para orang tua pun sudah menunggu daftar buku-buku yang harus dibeli. Anda pun bertemu dengan penerbit Y. Di akhir rapat, penerbit Y memberitahu Anda bahwa jika Anda memutuskan memesan dari penerbitan mereka, maka seperti kepala sekolah sebelumnya, Anda akan mendapatkan 'komisi'. Penerbit memberitahu Anda bahwa kegiatan seperti ini sudah dilakukan setiap tahun oleh pimpinan sekolah Anda terdahulu. Penerbit Y juga mengatakan bahwa kerja sama ini sudah lama terbina, dan mereka senantiasa tepat waktu memberikan buku-buku pelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apa yang akan Anda lakukan sebagai Kepala Sekolah? Suatu saat, pihak Yayasan/Manajemen Sekolah memanggil Anda untuk mengetahui prosedur dan praktik pemesanan buku-buku tahun ajaran baru di sekolah selama ini. Apa yang Anda katakan?

Saya akan menceritakan kondisi sebenarnya terkait pengadaan buku tersebut dengan jujur. Dan saya akan meminta ijin untuk melanjutkan kerjasama untuk memesan buku pada penerbit tersebut karena memang sekolah sudah melakukan kerjasama sejak lama dan tidak ada pihak yang saling dirugikan. 

Question #2
Bagaimana situasi di lingkungan Anda sendiri, adakah nilai-nilai kebajikan yang dijunjung tinggi di tempat Anda bekerja, atau tinggal? Ceritakan pengalaman Anda Anda bagaimana nilai-nilai kebajikan tersebut telah membentuk diri Anda terutama dalam mengambil suatu keputusan?
Nilai kebajikan yang ada sekolah saya adalah menjalin kerjasama dengan baik dengan supliyer dan mengutamakan kejujuran. Selain itu kita akan saling menghargai perbedaan pendapat. Dalam pengambilan keputusan selalu dilakukan koordinasi dengan pihak terkait sepaya tidak terjadi kesalahpahaman.

Question #3
Apakah Anda pernah mengalami atau melihat suatu pengambilan keputusan serupa studi kasus yang ditanyakan di atas, di mana ada dua kepentingan saling berbenturan? Ceritakan bagaimana pengalaman Anda sendiri di sekolah asal Anda. Apa yang Anda lakukan pada waktu itu, mengapa?

Pengalaman disekolah terkait pengambilan keputusan yang saling berbenturan atau berbeda pendapat pasti ada, namun kita selalu melakukan koordinasi dengan pihak atau lini terkait supaya mendapatkan keputusan terbaik dan mufakat secara bersama-sama. dan jika terjadi masala dikemudian hari tidak saling menyalahkan. 

Question #4
Pernahkah Anda setelah mengambil suatu keputusan, bertanya pada diri sendiri, "Apakah keputusan yang Anda ambil adalah keputusan yang tepat?" "Apakah seharusnya saya mengambil keputusan yang lain?" Kira-kira apa yang membuat Anda mempunyai pemikiran seperti itu?

Ya pernah saya alami, setelah mengambil keputusan sering saya berfikir kembali apakah yang saya ambil sudah benar. apalagi setelah keputusan diambil ada informasi dari orang lain yang belum tentu kebenarannya terus akhirnya saya pikir ulang lagi.

Question #5
Pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin Anda tanyakan pada sesi Pengambilan Keputusan berbasis Pemimpin Pembelajaran ini? Apa yang selama ini menjadi tantangan bagi Anda dalam mengambil suatu keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?

Pertanyaan yang saya lakukan adalah Apa langkah langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?, Bagaimanakah langkah-langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan?

Tantangan dalam mengambil keputusan adalah masih adanya keragu-raguan, kepanikan dalam mengambil keputusan dan ketakutan terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan

Question #6
Harapan-harapan apa saja yang Anda inginkan dengan mengikuti modul 3. 1-Pengambilan Keputusan berbasis Pemimpin Pembelajaran? Apa yang ingin Anda capai setelah belajar tentang modul 3. 1 ini?

Harapan saya inginkan dalam mempelajari materi ini saya mendapatkan berbagai cara dan prosedur dalam pengambilan keputusan yang tepat. Dan saya dapat menerapkannya baik disekolah maupun masyarakat.

JURNAL REFLEKSI MINGGUAN MODUL 2

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,

Dalam pendidikan guru, jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001).

Dalam pembelajaran daring pada Pendidikan Guru Penggerak, jurnal yang ditulis setiap minggu ini menjadi media untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan dan pengalaman serta praktik baik yang telah dilakukan. Dengan memiliki rekam jejak yang berkelanjutan seperti ini, Anda akan terdorong untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang Anda latih dan uji cobakan. Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri.

Sama halnya dengan keterampilan lainnya, menulis jurnal refleksi pun perlu latihan dan pembiasaan agar dapat dirasakan manfaatnya. Pada awalnya, mungkin tidak mudah untuk menuangkan gagasan reflektif ke dalam tulisan. Karena itu, untuk membantu Anda, kami memberi contoh bagaimana refleksi yang baik, walaupun ditulis secara singkat. 

Pada tautan dibawah ini disajikan beberapa model refleksi yang dapat Anda gunakan. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat di setiap model tersebut berfungsi untuk memandu Anda dalam mencurahkan isi pikiran dan perasaan Anda. Tuliskan jawaban dari pertanyaan tersebut dalam bentuk paragraf (tidak dalam poin-poin bernomor). Cobalah untuk memvariasikan model yang berbeda di setiap minggunya.

2.1.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 9 

2.1.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 10

2.1.a.10.3. Jurnal Refleksi - Minggu 11

2.2.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 12

2.2.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 13

2.3.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 14

2.3.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 15

2.3.a.10.3. Jurnal Refleksi - Minggu 16

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,

Pada fase ini Anda diajak untuk meninjau ulang keseluruhan materi pembelajaran di Modul 2: Pembelajaran yang berpihak pada murid dan membuat sebuah koneksi antar materi belajar yang sudah Anda lakukan.

Untuk memudahkan Bapak/Ibu CGP dalam merajut pemahaman dari berbagai materi, ada tiga penugasan yang perlu dilakukan. 

Instruksi Penugasan

  1. Buatlah sebuah kesimpulan dan refleksi yang disajikan dalam bentuk media informasi. Format media dapat disesuaikan dengan minat dan kreativitas Anda. Contoh media yang dapat dibuat: artikel, ilustrasi, grafik, video, rekaman audio, screencast presentasi, artikel dalam blog, dan lainnya.
  2. Bacalah pertanyaan-pertanyaan panduan berikut untuk membantu Anda membuat kaitan tersebut.
  3. Buatlah sebuah kesimpulan dan penjelasan mengenai peran Anda sebagai Penuntun (Sistem Among) atau seorang Coach di sekolah dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya di Modul 2 yakni Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran Emosi dan Sosial. 
  4. Buatlah sebuah refleksi dari pemahaman atas keseluruhan materi Modul 2.3 bagaimana keterampilan coaching dapat membantu profesi Anda sebagai guru dalam menjalankan pendidikan yang berpihak pada murid. 
  5. Unggahlah bagan atau artikel ini pada laman LMS.
Jawaban :

2.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pendampingan Murid dengan Pendekatan Coaching dalam Komunitas Sekolah Saya

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,

Setelah melakukan refleksi terbimbing, tentunya Anda sudah memiliki bekal yang cukup untuk melakukan praktik coaching lebih lanjut. Pada pembelajaran keenam ini Anda akan melakukan satu (1) praktik kegiatan coaching nyata di sekolah tempat Bapak Ibu berasal sesuai dengan model TIRTA. Coachee dapat merupakan murid atau rekan kerja dengan instruksi sebagai berikut.

Instruksi penugasan

  1. Sediakan media perekam video Anda. Media dapat menggunakan telepon seluler (handphone) Anda ataupun media lainnya.
  2. Pastikan Anda dan Coachee menyediakan waktu secara khusus selama 20-30 menit untuk praktek coaching ini. Coachee perlu diberi tahu bahwa sesi coaching ini akan direkam untuk keperluan program dan hanya akan didengar oleh fasilitator.
  3. Setelah selesai melakukan praktek coaching, periksa rekaman Anda dan berikan nama file seperti berikut: Nama Lengkap-CGP Angkatan - Sekolah Asal
  4. Contoh: Shirley Puspitawati-CGP Angkatan 1-SMA Asih
  5. Unggah file rekaman video yang sudah diberi nama ke google drive akun Anda. Jangan lupa untuk memastikan bahwa tautan google drive Anda sudah diset Shared/Dibagikan.
  6. Kirimkan tautan video yang telah diunggah di google drive Anda sesuai petunjuk bawah ini.

2.3.a.6. Refleksi Terbimbing

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,

Anda telah sampai pada fase refleksi terbimbing. Inilah saatnya Anda merenung, mengingat kembali, dan melakukan refleksi mendalam mengenai hal-hal yang telah Anda pelajari pada modul coaching ini. Silakan jawab pertanyaan berikut ini:

Tugas 5

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk melakukan refleksi:

1. Sebelum mempelajari modul ini,

saya pikir bahwa coaching

coaching merupakan komunikasi dalam upaya mengidentifikasi dan menyadarkan adanya suatu hambatan atau masalah dalam proses pembelajaran murid, guru dan tendik untuk bersikap dan berperilaku sesuai harapan serta membantu orang tersebut untuk mengatasinya.

saya merasa bahwa coaching

Saya merasa bahwa coaching merupakan komunikasi untuk memberikan solusi dan penyelesaian terhadap persoalan yang dialami murid maupun guru itu sendiri melalui cara bimbingan dan arahan dari guru atau rekan sejawat lain di sekolah.

2. Setelah mempelajari modul ini,

saya pikir bahwa coaching

Coaching adalah  suatu proses komunikasi atau metode yang berguna untuk mengidentifikasi, mengembangkan keterampilan dan kemampuan, dan meningkatkan kinerja sumber daya yang ada pada coachee untuk menemukan jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh coachee tersebut

saya merasa bahwa coaching

Saya merasa bahwa coaching dapat mendukung pembelajaran antara coach dan coachee  demi membantu mereka dalam meraih tujuan pribadi atau tujuan profesional bersama bersama susuai yang diharapkan. coaching juga dapat membantu coachee dalam menggali jadi dirinya untuk lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

3. Dari teknik keterampilan coaching yang saya pelajari, teknik yang perlu saya kembangkan dan latih adalah

komunikasi Asertif

karena

dengan sikap dan komunikasi asertif dapat membangun metal yang positif  seingga akan menumbuhkan rasa percaya diri dalam melakukan komunikasi secara singat

4. Kendala yang saya hadapi ketika melakukan pendampingan dengan pendekatan  coaching dalam Komunitas Praktisi adalah

  1. Meluangkan waktu untuk proses coaching
  2. Dalam menemui coachee yang tidak terbuka dalam melakukan identifikasi masalah, masih bingung atau grusa grusu dalam komunikasi
  3. tidak menguasai teknik choacing yang benar

5. Upaya yang saya lakukan dalam menghadapi kendala tersebut adalah

  1. Bersikap tenang dan percaya diri dalam melakukan coaching
  2. Tidak terburu-buru dalam memberikan solusi, dan lebih fokus menjadi pendengar dan membangkitkan kepercayaan coachee

2.3.a.5.3. Ruang Kolaborasi (Unggah Hasil Rekaman)

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,

Saat ini Anda akan mempraktekkan kasus-kasus yang telah disediakan secara tatap maya bersama fasilitator. Pastikan Anda bersama kelompok telah berlatih mempraktekkan kasus-kasus tersebut sesuai dengan langkah-langkah dalam praktik coaching model TIRTA. Nah, pada sesi ini, praktik yang dilakukan dalam kelompok Anda akan direkam dan untuk selanjutnya dikirimkan ke fasilitator. 

Hasil rekaman dapat diberi nama: Nama Lengkap-CGP Angkatan - Sekolah Asal. Contoh: Shirley Puspitawati-CGP Angkatan 1-SMA Asih

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,

Setelah secara mandiri Anda mempelajari konsep coaching di konteks pendidikan, komunikasi yang memberdayakan dan model coaching, sekarang saatnya mendiskusikan hasil pemahaman Anda mengenai hal-hal tersebut.

Tentunya Anda sudah memahami mengenai coaching dalam konteks pendidikan, bagaimana komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar coaching, dan model TIRTA. Silakan renungkan pertanyaan-pertanyaan ini.

  1. Adakah pergeseran paradigma berpikir Anda ketika Anda berhadapan dengan situasi  yang dialami baik oleh rekan sesama pendidik maupun murid Anda?
  2. Sebagai pendidik, mengapa Anda memerlukan keterampilan coaching selain keterampilan yang lainnya?
  3. Salah satu prinsip coaching adalah kemitraan yang setara. Apakah kendala yang akan Anda hadapi ketika harus menempatkan diri Anda pada posisi yang setara dengan murid sebagai coachee?

Setelah merenungkan pertanyaan-pertanyaan di atas, simaklah video mengenai coaching model TIRTA berikut.


Selanjutnya, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
  1. Apa yang dilakukan coach dalam membantu coachee mengenali situasi  (permasalahan atau tantangan) yang dihadapi coachee? 
  2. Bagaimana cara coach memberi respons terhadap situasi yang dihadapi coachee? (perhatikan secara cermat sikap dan perilaku coach)
  3. Apakah praktek coaching model TIRTA dapat dipraktekkan dalam situasi dan konteks lokal kelas dan sekolah Anda? apa tantangan utama Anda dalam melakukan praktek coaching model TIRTA?
  4. Siapakah yang dapat membantu Anda melatih praktek coaching model TIRTA di kelas dan sekolah Anda? Bagaimana Anda melibatkan mereka?

Jawaban :
  1. Apa yang dilakukan coach dalam membantu coachee mengenali situasi  (permasalahan atau tantangan) yang dihadapi coachee?  Jawab : yang dilakukan coach pertama kali adalah membantu coachee dalam mengenali masalah yang dihadapinya dengan melakukan pendekatan dan komunikasi asersif supaya coachee nyaman. Dalam komunikasi yang dilakukan coach dapat menerapkan model TIRTA dengan menggali tujuan, mengajukan pertanyaan yang reflektif untuk idenifikasi, berusaha meningkatkan kepercayaan dengan menemukan solusi atas masalah yang dihadapinya. Coach mendampingi coachee dalam memilih dan menentukan informasi hasil komunikasi dan natinya akan dijadikan rancangan aksi nyata penyelesaian. Langkah terakhir coach mendampingi dalam menjalankan rencana aksi sampai masala bisa teratasi.
  2. Bagaimana cara coach memberi respons terhadap situasi yang dihadapi coachee? (perhatikan secara cermat sikap dan perilaku coach) Jawab: Coach memberikan pertanyaan dengan seni bicara yang halus dan tidak memaksa, supaya coachee merasa aman, nyaman, dan dihargai. Choach menjadi pendengar baik dan sabar, apa yang sudah disampaikan oleh coachee. Coach berusaha tertarik dengan apa yang telah diceritakan oleh coachee denga tidak memotong pembicaraan, sabar untuk tidak segera memberikan solusi
  3. Apakah praktek coaching model TIRTA dapat dipraktekkan dalam situasi dan konteks lokal kelas dan sekolah Anda? apa tantangan utama Anda dalam melakukan praktek coaching model TIRTA? Jawab : Praktek coaching model TIRTA sangat cocok dilakukan dikelas maupun disekolah baik dalam mengatasi masalah murid, karyawan, maupun guru. Tantangan utama dalam melakukan choacing adalah menghadapi coaches yang pasif dan tidak terbuka dengan masalah yang dihadapi.karena dengan masalah ini coach kesulitan menapatkan informasi yang diharapkan.
  4. Siapakah yang dapat membantu Anda melatih praktek coaching model TIRTA di kelas dan sekolah Anda? Bagaimana Anda melibatkan mereka?Jawab : Yang dapat membantu saya dalam mempraktikkan choacing disekolah adalah semua warga sekolah baik itu guru, karyawan dan siswa. Dalam melakukan coaching saya kan melibatkan dan Kerjasama atau berkolaborasi dengan Kesiswaan, wali kelas dan guru bimbingan konseling. dalam pelaksanaan coaching disekolah saya akan mengindentifikasi masalah yang dihadapi, kemudian mengkomunikasikannya dengan dengan pihak – pihak terkait dalam menentukan solusi bersama.