Sharing Bareng Kang Sulis merupakan sebuah blogger yang berisikan tema Pendidikan.. Apabila ada kesamaan isi blog dengan blog lain dan ketidaksesuaian upload file kami mohon maaf.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Eko Sulistiyanto

Foto ini diambil pada saat Lokakarya Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Boyolali

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 25 April 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya:

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).

Bob Talbert


  • Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?
  • Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?
  • Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

Untuk menunjukkan pemahaman Anda akan kaitan antarmateri ini anda akan membuat rangkuman yang menunjukkan koneksi antarmateri.

  • Buatlah sebuah rangkuman dari proses perjalanan pembelajaran Anda sampai saat ini pada program guru penggerak ini.
  • Anda dapat memilih bentuk rangkuman kesimpulan Anda dengan cara:

  • menulis sebuah blog dan mengundang rekan-rekan seprofesi Anda untuk memberikan tanggapan atas tulisan Anda, atau
  • bentuk sebuah presentasi video yang dimuat di media sosial, menggunakan media animasi sederhana, misalnya powtoon atau screencast atau media sosial lainnya.

  • Silakan kirim tautan blog/bahan presentasi yang dimuat di media sosial di blog yang disediakan.
  • Bila Anda tidak ingin menggunakan media sosial, Anda dapat membuat blog atau bahan presentasi kemudian unggah hasil tulisn Anda di Blog yang telah disediakan.
  • Anda pun dapat membuat sebuah jurnal akan perjalanan pembelajaran Anda. Akan lebih baik, bila bentuk rangkuman kesimpulan Anda dapat mengundang pihak luar untuk menanggapi tulisan Anda, sehingga ini bisa menjadi umpan balik yang positif akan proses berpikir Anda.
  • Jangan lupa akan tenggat waktu (Hari/Tanggal/Waktu) yang telah ditentukan
  • Di bawah ini ada berbagai pertanyaan panduan yang bisa membantu Anda merangkum pemahaman Anda:

Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri):

  • Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?
  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
  • Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.
  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?
  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
  • Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?
  • Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?
  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
  • Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Tugas

Link Upload pada Google Drive, Disini

3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak (CGP)

Tahapan Demonstrasi Kontekstual ini merupakan wadah bagi Anda untuk menunjukkan pemahaman Anda mengenai keseluruhan materi. Anda diberi kesempatan untuk “membumikan” materi di modul ini dengan konteks lokal yang Anda hadapi. 

Apa saja bahan, alat atau pihak yang Anda butuhkan dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Dalam hal ini, kesempatan tersebut berupa jurnal monolog.

Anda diminta untuk membuat sebuah jurnal monolog (diskusi dengan diri sendiri). Jurnal ini dapat berupa blog-tulisan naratif maupun sebuah video atau audio yang merekam Anda menyampaikan sendiri konten berdurasi 3-5 menit, sesuai pertanyaan panduan berikut ini.

Panduan Pertanyaan/Guiding Questions:

  • Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
  • Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
  • Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
  • Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.

Upload Demostrasi Konstektual klik disini

Jumat, 22 April 2022

3.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Jawaban No 1: Pada kegiatan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran saya mendapatkan banyak pencerahan dan pemahaman. Menurut saya pribadi, Dilema  etika merupakan sebuah situasi yang terjadi Ketika seseorang hasus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi sangat bertentangan. Sedangkan bujukan moral merupakan sebuah situasi yang terjadi Ketika seseorang harus membuat kkeputusan antara benar dan salah. Sebagai seorang pendidik, Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, maka akan muncul nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan, seperti : cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tangung jawab, dan penghargaan akan hidup yang disebut sebagai paradigma dalam pengambilan keputusan.

Secara umum paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika ada 4 seperti di bawah ini:

  1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Prinsip pengambilan keputusan ada tiga, yaitu

  1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking) ditentukan dengan konsekuensi atau hasil dari suatu tindakan.
  2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) menentukan keputusan berdasarkan peraturan yang telah dibuat
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) prinsipnya “Lakukan kepada orang lain seperti yang Anda ingin mereka lakukan kepada Anda." Dengan kepedulian terhadap sesama kita akan menjadi lebih peka dan bersimpati.

Sembilan langkah pengujian dan pengambilan keputusan

  1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  4. Pengujian benar atau salah, yang meliputi uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan Koran, uji panutan/idola.
  5. Pengujian paradigma benar lawan benar
  6. Melakukan prinsip resolusi
  7. Investigasi opsi trilema
  8. Buat keputusan
  9. Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Hal yang menurut saya diluar dugaan adalah dimana diri saya sendiri pada saat menghadapi situasi dilemma etika dalam mengambil keputusan saya lakukan terlalu terburu – buru tanpa menggunakan prinsip atau tahapan – tahapan dalam pengambilan keputusan, sehingga menyebabkan terfikir ulang setelah keputusan dilakukan dan diri saya merasa ketakutan dengan konsekuensi yang dihasilkan.

Jawaban no 2 : pengalaman saya dalam mengambil keputusan pada situasi dilema adalah Ketika saya mendapatkan perintah dari dua orang pemangku kepentingan yang memiliki pola pikir atau keinginan yang berbeda. Dimana orang A meminta saya melakukan tindakan sesuai dengan program kerja yang dibuat dan sesuai dengan SOP. Disisi lain Orang B meminta saya untuk melakukan tindakan yang menurut saya itu tidak sesuai dengan SOP dan bertentangan dengan pola pikir dan prinsip  saya. Saat itu saya bingung apa yang harus saya lakukan supaya tidak terjadi kesalahpahaman diantara dua pemangku kepentingan tersebut.

Jawaban no 3 : Sebelum mempelajari materi ini, saya sering kali dilema etika dalam pengambilan keputusan yang pada situasi yang sulit disekolah. Saya merasa apa yang sudah saya lakukan dan  putuskan itu sudah terbaik menurut saya dan terbaik  untuk orang lain pada lingkungan atau lini saya. Namun setelah mempelajari modul ini, justru Langkah-langkah yang pernah saya putuskan terdapat Langkah-langkah untuk dijadikan pertimbangan dalam pengujian dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang saya ambil tidak dapat diterima pihak lain dan menjadikan hubungan pertemanan menjadi merenggang.

Jawaban no 4 : Saya banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru dalam menyikapi situasi dilema etika dimana dalam pengambilan keputusan saya lebih berfikir lagi dengan melihat dampak bagi orang lain konsekuensi yang akan timbul dengan keputusan tersebut. Keputusan yang saya ambil lebih dapat dipertanggungjawabkan dan di usahakan tidak merugikan orang lain sehingga saya tidak merasa terbebani dengan keputusan tersebut. Dalam pengambilan keputusan pun saya menerapkan tahapan-tahapan dalam pengambilan keputusan sehingga mendapatkan hasil keputusan yang terbaik bagi semua orang.

Jawaban no 5 : Saya kira  modul ini sangat penting untuk dipelajari dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi saat kita dihadapkan dengan situasi yang bertentangan dengan hati dan prinsip kita, maka cara yang terbaik untuk mengambil keputusan kita harus menerapkan prinsip, paradigma dan 9 langkah dalam pengambilan keputusan ini. Dan dengan mempejarari dan menerapkan modul ini keputusan yang kita ambil akan tepat.

Jawaban no 6 : saya berharap bisa dan mampu menerapkan dan mempraktikkan materi yang saya pelajari di sekolah maupun masyarakat pada saat dihadapkan situasi dilema etika dan bujukan moral. Selain itu saya akan berusaha berbagi ilmu ini dengan teman disekolah.

Jawaban no 7 : Dalam menghadapi situasi dilemma dan bujukan moral kita harus bersikap tenang sebelum kita mengambil keptusan harus kita fikirkan dulu konsekuensinya akan berdampak baik atau buruk bagi orang lain

3.1.a.5. Ruang Kolaborasi - Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak (CGP)

Bacalah kutipan di bawah ini dan tafsirkan maksudnya:

“Sumber berharga yang dimiliki semua guru adalah kesalingtergantungan satu dengan yang lain. Tanpa kolaborasi (kerja bersama), maka pertumbuhan diri kita dibatasi oleh pandangan diri kita masing-masing”

(The most valuable resource that all teachers have is each other. Without collaboration our growth is limited to our own perspectives)

Robert John Meehan

Pada kegiatan ini, Anda akan melakukan kerja kelompok dan presentasi hasil melalui web meeting. Anda diminta dapat kerja bersama (berkolaborasi), untuk mencapai tujuan bersama yaitu menjadi pemimpin pembelajaran yang bijaksana, cekatan dan mandiri di sekolah/lingkungan masing-masing dalam keterampilan pengambilan keputusan yang memiliki unsur dilema etika. 

Selanjutnya, unggah hasil kerja kelompok (dalam format presentasi) disini, sesuai dengan petunjuk pengiriman hasil yang telah disediakan.


3.1.a.4.3. Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep

CGP akan mendalami materi melalui studi kasus dalam bentuk video. Para CGP masing-masing akan mendapatkan 1 video untuk dianalisis. Silahkan didiskusikan dengan pendamping dan fasilitator untuk memilih video yang akan dianalisis (catatan: pastikan semua video terwakili untuk dianalisis). Setiap CGP harus memberikan minimal dua komentar/tanggapan terhadap hasil analisis CGP lainnya. 

Studi Kasus 8

Ina adalah siswa kelas 11. Untuk merayakan kenaikan kelas ke kelas 12, Ina dan beberapa temannya akan berkumpul bersama di rumah temannya dan menonton film-film drama Korea dari salah satu laptop teman-temannya. Kebetulan di rumah temannya tersebut, orang tuanya akan pergi seminggu tugas ke luar kota, jadi Ina dan teman-temannya sangat bergembira bisa mendapatkan kesempatan untuk bersama di akhir tahun ajaran. Untuk membiayai ‘pesta kenaikan kelas kecil’ di rumah temannya tersebut, Ina dan teman-temannya sepakat untuk membayar 100,000,- setiap orang. Ina pun telah memberitahu ibunya bahwa dia akan menggunakan uang untuk perayaan kenaikan di rumah temannya. Namun ibunda Ina berubah pikiran karena merasa uang sebesar Rp. 100,000,- bisa digunakan untuk membayar buku-buku dan seragam Ina di kelas 12 nanti. Akhirnya ibunda Ina melarang Ina pergi dan meminta Ina untuk menggunakan uang untuk membeli seragam dan buku-buku sekolah yang diperlukan. Ina rupanya tetap ingin merayakan pesta kenaikan kelas di rumah temannya, ia pun telah menabung sekian bulan dari uang jajannya untuk bisa menyisihkan uang 100,000,-. Akhirnya malam itu Ina tetap pergi ke rumah temannya namun izin untuk bikin tugas kelompok kepada ibunda. Ina hanya memberitahu adiknya, Zahra bahwa dia sesungguhnya pergi ke rumah temannya dan menghabiskan uang 100,000,- untuk merayakan kenaikan kelas. Setelah sekian bulan, ibunda Ina tiba-tiba menanyakan ke Zahra, apakah dia mengetahui apakah kakaknya telah membayar uang sekolah. Apakah yang akan dikatakan Zahra, mengapa? Prinsip apa yang diambil?


Berikut ini panduan untuk melakukan analisis studi kasus:

1. Apa keputusan yang Anda ambil?

2. Prinsip mana yang  Anda gunakan, dan mengapa?

3. Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus Anda.

a. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?
b. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?
c. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?
d. Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

  • Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)
  • Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)
  • Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)
  • Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?
  • Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
e. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

f. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai

g. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

h. Apa keputusan yang akan Anda ambil?

j. Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Selanjutnya, di bawah ini adalah beberapa pertanyaan pengayaan, CGP dapat memilih 2 (dua) dari 4 (empat) pertanyaan berikut untuk dijawab berdasarkan analisis studi kasus CGP diatas. 

  1. Dari kesembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan, apakah ada langkah-langkah yang Anda anggap  lebih penting daripada langkah lainnya, mengapa?
  2. Selain kesembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan tersebut, menurut Anda apa lagi yang sebaiknya dilakukan oleh pemimpin pembelajaran dalam memastikan keputusannya adalah keputusan yang tepat?
  3. Bila Anda menerapkan 9 langkah tersebut, apakah dapat dipastikan bahwa keputusan yang Anda ambil akan bisa mengakomodasi semua pemangku kepentingan (stakeholder) sekolah? Mengapa?
  4. Menurut Anda, bagaimana hubungan antara nilai-nilai dan budaya sekolah dalam pengambilan keputusan di dalam situasi dilema etika?
Jawab :

1. Keputusan yang saya ambil sebagai Zahra adalah mengatakan sejujurnya kepada Ibu, bahwa Ina belum membayar uang sekolah karena uang digunakan untuk mengikuti perayaan kenaikan kelas dirumah temannya.  
2. Prinsip mana yang  saya gunakan adalah berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking), sebab  dengan saya berkata jujur dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap diri saya pribadi dan pada diri Ina untuk memegang Amanah yang diberikan oleh orangtuanya. Dan jika Ina memang tetap ingin mengikuti acara perayaan kenaikan kelas untuk berkata jujur kepada orangtua dan memberikan pengertian kepada orangtuanya.
3. Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus Anda.
a) Nilai yang bertentangan ada kasus 8 adalah kebenaran lawan kasihan. Benar jika Ina mau mengikuti acara perayaan kenaikan kelas dan membayar 100,000 tetapi disisi lain Ina juga harus meminta ijin dan memberi pengertian kepada orangtuanya.

b) Yang terlibar dalam kasus ini adalah Zahra, Ina dan Orangtua Ina

c) Fakta-fakta yang relevan dengan kasus ini adalah Ina menggunakan uang 100,000 untuk membayar dan mengikuti perayaan kenaikan kelas XI ke Kelas XII, Ina tidak meminta ijin kepada orangtua, bahwa Ina menggunakan uang pembayaran sekolah sebesar 100,000 untuk membayar perayaan kenaikan kelas. 

d) Pengujian benardan salah

Tidak ada aspek hukum pada pada kasus 8 ini
Pada kasus ini tidakterdapat pelanggaran peraturan / kode etik profesi namun terdapat dilema etika  dimana tanggung jawab dan kejujuran di abaikan oleh Ina. Uang yang seharusnya untuk membayar sekolah digunakan untuk mengikuti perayaan kenaikan kelas.
Ya, uang yang seharusnya untuk membayar sekolah digunakan untuk mengikuti acara perayaan kenaikan kelas tanpa meminta ijin orangtua terlebih dahulu 
Jika keputusan ini dipublikasikan ke halaman koran saya akan merasa malu, tidak nyaman dan merasa bersalah tidak mematuhi perintah orangtua
Keputusan panutan/idola akan melakukan hal sama sepert yang saya lakukan adalah menggunakan uang tersebut untuk membayar kebutuhan sekolah. Dan saya akan mementingkan kebutuhan sekolah terlebih dahulu dari pada kepentingan kesenangan semata.
e) Kebenaran lawan kesetiaan, Jangka Panjang lawan Jangka Panjang

f) Berpikir berbasis rasa peduli

g) Kalau menerapkan investigasi Trilema seharusnya Ina meminta ijin Kembali ke orang tua dan memberikan alasan kenapa Ina harus mengikuti acaraperayaan tersebut 

h) Memberikan pengertian dan masukan kepada Ina untuk selalu bertanggung jawab dengan Amanah yang diberikan kepada orangtua dan selalu memegang kejujuran.

i) Bahwa dalam prinsip hidup kita harus selalu bersikap jujur, tanggungjawab, amanah termasuk dalam proses pengambilan keputusan maupun melaksanakan hasil keputusan.



Pertanyaan Pengayaan 

3. Belum tentu keputusan yang diambil melalui 9 langkah dapat mengakomodir semua pemangku kepentingan sekolah, karena masing-masing pemangku kepentingan  mempunyai sudut pandang yang berbeda. Menurut saya pribadi dalam menerapkan  9 langkah tersebut untuk pengambilan dan pengujian keputusan akan lebih mudah dan menghasilkan keputusan yang terbaik, namun hasil keputusan yang menurut saya baik belum tentu terbaik  untuk orang lain.

4. Menurut saya dalam pengambilan sebuah keputusan yang terkait dengan dilemma etika harus dipertimbangkan apa dampak keputusan yang harus dia.mbil baik bagi diri kita sendiri maupun warga sekolah. Dalam pengambilan keputusan masalah yang ada disekolah harus menjadi tolok ukur bagi semua warga sekolah sehingga menimbulkan kesadaran setiap individu disekolah untuk menerapkan nilai-nilai baik tersebut menjadi budaya disekolah. 


3.1.a.4.2. Eksplorasi Konsep - Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Bacalah sebuah artikel mengenai konsep pengambilan dan pengujian keputusan. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, Anda harus memastikan bahwa keputusan yang Anda ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.


Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada 4 studi kasus sebelumnya sebagai Contoh Studi kasus Ibu Tati.


Question #1
Bapak dan Ibu CGP,

Dalam proses pengambilan keputusan, selain mengikuti 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, keterampilan yang telah Bapak Ibu pelajari pada modul-modul sebelumnya akan sangat membantu misalnya keterampilan coaching, karena keterampilan ini membekali seorang guru untuk menjadi coach bagi dirinya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi solusi sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik.

Selain keterampilan coaching, untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab, diperlukan kompetensi  kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills). Proses pengambilan keputusan seharusnya juga dilakukan dengan kesadaran penuh (mindful) dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada. Hal-hal tersebut telah Bapak dan Ibu dapatkan di modul 2.2 tentang pembelajaran sosial emosional.

Sekarang, mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus yang Anda pilih pada penugasan mandiri di pembelajaran 2.3 sebelumnya:
Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

Dalam kasus tersebut Ali mengalami beberapa masalah terkait Praktik Kerja Lapangan(PKL) yang dilakukannnya. kondisi Ali saat itu tidak punya kendaraan pribadi untuk berangkat PKL yag jaraknya jauh dari Rumah. Pada saat mendaftar PKL, Ali mendaftar dengan temannya yang bernama Gilang  supaya berangkat bisa memboncengnya. Namun saat diterima PKL Ali dan Gilang berbeda shift, sehingga Ali merasa kebingungan untuk berangkat PKLnya. Selain pemasalahan itu Ali juga merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas, dikarenakan tidak diberikan Contoh terlebih dahulu dalam menyelesaikan tugas tersebut. Dari permasalahan tersebut Ali ingin pindah dari tempat PKL. Tetapi sebelum memutuskan pindah Ali meminta saran dan masukan kepada Pak Eko untuk mengatasi Solusi yang dihadapi. Setelah itu Ali dan Pak eko diadakan choaching dengan model TIRTa. dari hasil Choaching Ali bisa mengambil langkah dengan menemuhi Pembimbing PKL terkait membahas penyelesaian PKL tersebut.

Nilai yang bertentangan dengan studi kasus tersebut adalah Pak Eko menggali atau mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh Ali dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kondisi Ali mau pindah tempat PKL. Selain itu dalam coaching, coach mengidentifikasi apa saja yang sudah dilakukan dalam masalah yang dihadapi tanpa memberikan solusi kepada coachee. coach pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan coachee ahur mengambil langkah apa yang harus dilakukan. coach juga memberikan pendampingan kepada coachee dalam menyelesaikan masalah itu sampai tuntas dengan keputusan yang telah diambil Ali sebagai coachee.

Question #2
Langkah 2: Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini 

Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi tertentu. Pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Hal yang seharusnya membedakan bukanlah pertanyaan apakah ini dilema saya atau bukan. Karena dalam hubungannya dengan permasalahan moral, kita semua seharusnya merasa terpanggil.

Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?

Ali (coachee), Pak Eko (coach), Gilang (Yang membantu Ali), Pembimbing PKL Ali

Question #3
Langkah 3: Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini 

Pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan detail, seperti misalnya apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu terkuak, dan apa yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan mereka mengatakannya.  Data-data tersebut penting untuk kita ketahui karena dilema etika tidak menyangkut hal-hal yang bersifat teori, namun ada faktor-faktor pendorong dan penarik yang nyata di mana data yang mendetail akan bisa menggambarkan alasan seseorang melakukan sesuatu dan kepribadian seseorang akan tercermin dalam situasi tersebut. Hal yang juga penting di sini adalah analisis terhadap hal-hal apa saja yang potensial akan terjadi di waktu yang akan datang.

Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?

Ali ingin pindah tempat PKL dengan alasan tidak punya kendaraan pribadi dan tidak diberikan contoh dalam pengerjaan tugas yang diberikan
Pak Eko sebagai coach melakukan identifikasi masalah yang diadapi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait masalah tersebut sehingga Ali tidak jadi pindah tempat PKL dan masalah akan terselesaikan
Ali mengambil keputusan dengan menemui Pembimbing untuk membicarakan terkait masalah yang dihadapi dan meminta bantuan Gilang untuk membicarakannya.

Question #4
Langkah 4: Pengujian benar atau salah 

1. Uji Legal
Pertanyaan yang harus diajukan disini adalah apakah dilema etika itu menyangkut aspek pelanggaran hukum. Bila jawabannya adalah iya, maka pilihan yang ada bukanlah antara benar lawan benar, namun antara benar lawan salah. Pilihannya menjadi membuat keputusan yang mematuhi hukum atau tidak, bukannya keputusan yang berhubungan dengan moral.
2. Uji Regulasi/Standar Profesional
Bila dilema etika tidak memiliki aspek pelanggaran hukum di dalamnya, mungkin ada pelanggaran peraturan atau kode etik. Konflik yang terjadi pada seorang wartawan yang harus  melindungi sumber beritanya,  seorang agen real estate yang tahu bahwa seorang calon pembeli potensial sebelumnya telah dihubungi oleh koleganya? Anda tidak bisa dihukum karena melanggar kode etik profesi Anda, tapi Anda akan kehilangan respek sehubungan dengan profesi Anda.
3.Uji Intuisi
Langkah ini mengandalkan tingkatan perasaan dan intuisi Anda dalam merasakan apakah ada yang salah dengan situasi ini. Apakah tindakan ini  mengandung hal-hal yang akan membuat Anda merasa dicurigai. Uji intuisi ini akan mempertanyakan apakah tindakan ini sejalan atau berlawanan dengan nilai-nilai yang Anda yakini.  Walaupun mungkin Anda tidak bisa dengan jelas dan langsung menunjuk permasalahannya ada di mana. Langkah ini, untuk banyak orang, sangat umum dan bisa diandalkan untuk melihat dilema etika yang melibatkan dua nilai yang sama-sama benar. 
4. Uji Halaman  Depan Koran
Apa yang Anda akan rasakan bila keputusan ini dipublikasikan pada halaman depan dari koran dan sesuatu yang Anda anggap merupakan ranah pribadi Anda tiba-tiba menjadi konsumsi masyarakat? Bila Anda merasa tidak nyaman membayangkan hal itu akan terjadi, kemungkinan besar Anda sedang menghadapi dilema etika. 
5. Uji Panutan/Idola 
Dalam langkah ini, Anda akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh seseorang yang merupakan panutan Anda, misalnya ibu Anda. Tentunya di sini fokusnya bukanlah pada ibu Anda, namun keputusan apa yang kira-kira akan beliau ambil, karena beliau adalah orang yang menyayangi Anda dan orang yang sangat berarti bagi Anda. 

Yang perlu dicatat dari kelima uji keputusan tadi, ada tiga uji yang sejalan dengan prinsip pengambilan keputusan yaitu: 

  • Uji Intuisi berhubungan dengan berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking) yang tidak bertanya tentang konsekuensi tapi bertanya tentang prinsip-prinsip yang mendalam. 
  • Uji halaman  depan koran, sebaliknya, berhubungan dengan berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking) yang mementingkan hasil akhir. 
  • Uji Panutan/Idola  berhubungan dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking), dimana ini berhubungan dengan golden rule yang meminta Anda meletakkan diri Anda pada posisi orang lain. 
Bila situasi dilema etika yang Anda hadapi, gagal di salah satu uji keputusan tersebut atau bahkan lebih dari satu, maka sebaiknya jangan mengambil risiko membuat keputusan yang membahayakan atau merugikan diri Anda karena situasi yang Anda hadapi bukanlah situasi moral dilema, namun bujukan moral.
Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
  1. Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji lega)
  2. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)
  3. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)
  4. Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?
  5. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
Jawab :
  1. tidak, dalam pengambilan keputusan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Ali dengan menemui Pembibing PKL 
  2. jika Ali langsung mengambil keputusan Pindah tempat PKL maka akan melanggar kode etik atau aturan dalam pelaksanaan PKL, tetapi disini Ali akan melakukan komunikasi dulu dengan Pembimbing untuk jalan yang akan ditempuh jadi tidak melanggarkode etik 
  3. Saya kira Ali sudah mengungkapkan masalahnya dengan jujur, dan dia berusaha untuk menyelesaikannya, jadi apa yang Ali lakukan sudah benar
  4. Dari kasus itu jika di publikasikan saya kira  jangan dulu, karena akan mengganggu kenyamanan Ali dan Pemilik tempat PKL
  5. Jika saya mengalami masalah seperti Ali saya juga akan mengambil keputusan yang sama 
Question #5
Langkah 5: Pengujian Paradigma Benar lawan Benar 
Dari keempat paradigma berikut ini, paradigma mana yang terjadi di situasi ini?
Individu lawan masyarakat (individual vs community)
Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) 
Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) 
Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term) 
Apa pentingnya mengidentifikasi paradigma, ini bukan hanya mengelompokkan permasalahan namun membawa penajaman pada fokus kenyataan bahwa situasi ini betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama penting.

Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?
Dari kasus tersebut menurut saya paradigma yang terjadi adalah Rasa keadlina lawan wasa kasihan dan Jangka pendek lawan jangka panjang

Question #6
Langkah 6: Melakukan Prinsip Resolusi 

Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?
  • Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?
Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Question #7
Langkah 7: Investigasi Opsi Trilema 

Mencari opsi yang ada di antara 2 opsi. Apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah.

Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
Sebelum mengambil keputusan dilakukan coaching dengan model TIRTa dan melakukan diskusi bersama antara Ali(cachee) dan Pak Eko (coach).

Question #8
Langkah 8: Buat Keputusan

Akhirnya kita akan sampai pada titik di mana kita harus membuat keputusan yang membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya.

Apa keputusan yang akan Anda ambil?
Ali mengambil keputusan dengan menemui Pembimbing PKL dengan menjelaskan masalah yang dialaminya setelah melakukan coaching.

Question #9
Langkah 9: Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Ketika keputusan sudah diambil. Lihat kembali proses pengambilan keputusan dan ambil pelajarannya untuk dijadikan acuan bagi kasus-kasus selanjutnya.

Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.
Setelah Ali mengambil keputusan,  saya kita Ali mengambilk keputusan dengan tanggung jawab tidak grusa-grusu dalam menyikapinya dan pengambilan keputusan itu didasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal. semoga dengan keputusan tersebut bisa menyelesaikan masalah yang dialami oleh Ali.

3.1.a.4.1. Eksplorasi Konsep - Prinsip Pengambilan Keputusan

Prinsip Pengambilan Keputusan

Question #1

Setelah Anda melakukan wawancara, salinlah tautan rekaman wawancara Anda pada kolom dibawah ini dengan rincian:

  1. Studi kasus yang dipilih: Studi kasus 1/2/3/4
  2. Tautan rekaman wawancara yang diunggah ke google drive: ...
  3. Kasus 4
  4. https://drive.google.com/file/d/169swan8vk43AZKjLoBpBBhYA84XKTFHd/view?usp=sharing

Question #2

Pengambilan Keputusan seperti apa yang diajukan oleh rekan kerja Anda?

*) Pilih salah satu jawaban dari kemungkinan yang Anda bisa lakukan dalam studi kasus yang dipilih.

Question #3

Bila Anda berada dalam situasi di mana Anda adalah rekan dari guru yang ada di studi kasus 1/2/3/4, apakah yang akan Anda lakukan? Berbedakah jalan keluar Anda dengan rekan guru Anda?

Yang akan saya lakukan sama seperti yang beliau lakukan, saya harus bersikap tenang supaya tidak menambah emosi pak Anwar dan mengajak beliau bicara dengan hati hati supaya Pak Anwar tidak merasa tersinggung.

Question #4

Kira-kira rekan kerja Anda mengambil keputusan seperti yang diambil karena berlandaskan prinsip yang mana dari ketiga prinsip dilema etika? Kira-kira bagaimana prinsip Anda sendiri?

Berfikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Question #5

Dari ketiga prinsip dilema etika ini, apakah yang tidak terduga atau menarik dari ketiga prinsip ini?

Prinsip dilema etika serinng berbanding terbalik dengan perasaan dan sikap maupun karakter dari setiap individu. seperti pada kasus tersebut diatas, bahwa teman saya dalam menghadapi kondisi dan situasi tersebut harus bersikap tenang dan berfikir secara jernih supaya tidak terjadi kesalahpahaman  sehingga emosi Pak Anwar mereda dan membuat suasana nyaman dengan harapan dapat menemukan solusi bersama.

Question #6

Pertanyaan-pertanyaan apakah yang masih mengganjal atau ingin Anda ketahui lebih lanjut tentang 3 prinsip dilema etika?

Saya pribadi cenderung dalam mengambil keputusan sring menggunakan prinsip rasa peduli supaya tidak terjadi kesalahpahaman dengan sesama. Apakah apa yang saya lakukan ini sudah sesuai atau belum? apa mungkin ada aturan tertentu dalam menerapkan ke tiga prinsip dilema etika? Mohon pencerahnnya ! Terimakasih